TINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PROGRAM BANGGA KENCANA, BKKBN SULSEL KERJASAMA KOMISI IX DPR RI

 

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI bertempat di Baruga Singkeru Adae, Rujab Bupati Barru, Senin, (7/9/2020)

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan dukungan dan komitmen para pemangku kepentingan dan mitra kerja baik di tingkat pusat maupun daerah dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat terhadap program-program yang digulirkan oleh BKKBN khususnya yang berkaitan dengan perencanaan kehidupan dan pembagunan ketahanan keluarga.

Dengan menghadirkan sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari tokoh perempuan, pengurus poktan, Pasangan Usia Subur (PUS) dan peserta dari kalangan remaja kegiatan ini dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Drg. Hj. Hasnah Syam, MARS dan dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd.

Turut hadir Kepala Dinas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD PPKB P3A), Jamaluddin, S.Sos, MH dan Camat Barru, Hj. A. Hilmanidah, S. STP.

Anggota Komisi IX DPR RI, Drg. Hj. Hasnah Syam, MARS dalam kesempatan itu mengatakan Komisi IX DPR RI merupakan salah satu dari 11 (sebelas) Komisi yang ada di DPR RI dimana ruang lingkup tugasnya meliputi bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kependudukan. Sesuai dengan ruang lingkup tugas Komisi IX DPR RI bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, BKKBN, Badan POM, BNP2TKI, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Lebih lanjut, Hasnah Syam mengatakan selain tugas legislasi dan budgeting DPR RI juga memiliki tugas pengawasan yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, termasuk kebijakan Pemerintah yang masuk dalam ruang lingkup tugas Komisi IX DPR RI

Dalam kesempatan itu, Hasnah Syam mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat kepada dirinya. Ia bertekad akan terus berjuang membawa aspirasi masyarakat khususnya kaum perempuan melalui program kesejahteraan masyarakat dan keluarga bekerjasama mitra kerja yang ada di Komisi IX DPR RI.

“Sebagai pemerintah kita memiliki tugas dan kewajiban bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang digulirkan pemerintah, dengan adanya kegiatan kerjasama BKKBN ini, saya harap dapat memberi dampak kepada masyarakat di tengah wabah Corona” ungkap Legislator yang juga merupakan Istri Bupati Barru.

Disela sela sambutannya ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel  yang  bersedia turun langsung memberikan materi dan pengetahuan kepada peserta ditengah kesibukannya sebagai Kepala Perwakilan

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pelayanan KB yang dipusatkan di Puskesmas Padongko dan pembagian sembako sebanyak 2.000 paket kepada warga yang terdampak Pandemi Covid 19 khususnya Pasangan Usia Subur dan Keluarga Pra Sejahtera yang berada di Kecamatan Barru

Dalam paparan materinya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd menyampaikan bahwa selama ini masyarakat beranggapan BKKBN hanya mengurusi sebatas kontrasepsi saja, padahal urusan kontrasepsi hanya sebahagian kecil dari tugas BKKBN.

“Sebagian orang menganggap BKKBN hanya mengurusi kotrasepsi, padahal BKKBN mempunyai Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana yang disingkat Bangga Kencana yang cakupannya sangat luas dimana tugasnya meliputi siklus hidup manusia sejak dalam kandungan hingga lanjut usia” tegas Andi Rita.

Lebih lanjut Andi Rita menekankan betapa pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga melalui pengaturan kehamilan. Menurutnya usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun bagi wanita dan 25 bagi pria, sedangkan usial sehat bagi wanita untuk hamil yaitu diatas 20 tahun dan dibawah 35 tahun.

Untuk itu, lanjut Andi Rita, BKKBN selalu mengampanyekan pentingnya menghindari resiko 4 Terlalu, yaitu Pertama terlalu muda melahirkan dibawah 20 tahun, Kedua terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun, Ketiga terlalu sering melahirkan lebih dari 2, dan Keempat terlalu dekat jarak kelahiran yaitu kurang dari 2 tahun antara kehamilan yang satu dengan kehamilan berikutnya.

Selain itu Andi Rita juga menekankan 3 jangan yaitu, Pertama jangan hamil kalau tidak terencana terlebih dimasa Pandemi Covid 19, Kedua jangan telantarkan kehamilan, kemudian yang Ketiga jangan melahirkan anak jika hanya sia-sia artinya tidak serius, tidak dirawat, tidak dipikirkan masa depannya.

Dihadapan peserta remaja, Andi Rita menerangkan jika saat ini banyak permasalahan remaja yang tengah dihadapi, salah satunya yaitu pernikahan dini dibawah usia 20 tahun yang tidak sedikit berujung pada perceraian, remaja yang tidak siap secara psikologi dan kesehatan dapat berdampak pada lahirnya anak stunting hingga kematian ibu dan bayi.

“Perempuan ketika pada masa remajanya tidak tercukupi kebutuhan gizinya, ketika menikah dan hamil terus melahirkan di usia dini memiliki potensi melahirkan anak yang stunting. Oleh karena itu, sebagai calon pasangan yang akan berkeluarga, setiap remaja perlu menyiapkan dan merancanakan kehidupan berkeluarga” ungkap Andi Rita

Organ reproduksi wanita di bawah 20 tahun, Lanjut Andi Rita, apabila terpapar hubungan seksual beresiko terkena kanker serviks di kemudian hari. Hal ini disebabkan organ reproduksi yang belum berkembang dengan sempurna, selain itu ketika hamil di usia muda dapat berisiko saat melahirkan, untuk itu perencaaan dalam berkeluarga sangat penting” ungkap Andi Rita

Remaja harus memahami pengetahuan kesehatan reproduksi seperti ini, tapi bukan hanya dari segi kesehatan, tapi harus juga mengerti bahwa dengan kawin pada usia muda akan berakibat kehamilan yang tidak direncanakan, dapat menyebabkan remaja putus sekolah, padahal harusnya mereka mengenyam pendidikan sebaik mungkin,” tambah Andi Rita.

Untuk itu BKKBN telah mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe) di sekolah, kampus dan masyarakat melalui pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja). Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

“Komisi IX DPR-RI merupakan mitra kerja BKKBN. Melalui kegiatan ini, diharapkan agar masyarakat dan pemangku kepentingan baik di provinsi maupun kabupaten memberikan perhatian yang besar bagi program Bangga Kencana. Terutama di masa pandemi covid-19 ini, dimana angka putus pakai kontrasepsi dan kehamilan yang tidak diinginkan diprediksi akan meningkat,” ungkapnya.

Diakhir paparan materinya, Andi Rita berharap agar seluruh peserta dapat menyerap seluruh informasi yang diberikan untuk dapat di implementasikan dalam kehidupan keluarga masing masing serta dapat mengambil peran membantu pemerintah dalam menyampaikan dan menyebarluaskan informasi Program Bangga Kencana kepada keluarga lain dan masyarakat luas.