TINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA, BKKBN SULSEL OPTIMALKAN KELOMPOK UPPKS

Untuk meningkatkan ketahanan keluarga khususnya dari segi ekonomi sejumlah program digulirkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) salah satunya lewat program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga yang dikembangkan melalui usaha ekonomi mikro dengan sasaran keluarga, khususnya keluarga Pra-Sejahtera yang tergabung dalam Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)

Khusus di Sulawesi Selatan sudah terbentuk 2.546 kelompok yang tersebar di 24 kabupaten kota. Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan kelompok UPPKS yang ada Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan Pembinaan bagi Kelompok UPPKS dan Pengurus Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) bertempat di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Pangkep, Jum’at (09/09/2020).

Dengan menghadirkan peserta dari Pengurus AKU, PKB, PLKB dan Kader UPPKS yang ada di Kabupaten Pangkep, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Pangkep, dr. Hj. Hartiny Djafar, M.Kes, Para Pejabat Eselon III dan IV serta jajarannya

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dalam paparan materinya melalui Aplikasi Zoom Meeting  secara daring mengatakan BKKBN selain bertugas menurunkan angka kelahiran memiliki tugas meningkatkan kesejahteraan keluaraga melalui usaha ekonomi keluarga

Lebih Lanjut, Andi Rita mengatakan bahwa Kelompok UPPKS merupakan kelompok kegiatan ekonomi mikro yang berskala industri rumah tangga dilakukan oleh keluarga secara berkelompok dilingkungan masyarakat yang sederhana. Program ini di kembangkan dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Andi Rita menerangkan pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar terhadap kinerja BKKBN tidak hanya dalam meningkatkan kesertaan ber-KB tetapi sektor ekonomi kecil menengah khususnya kelompok UPPKS yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan juga terdampak.

“Berbagai program ekonomi kerakyatan harus digalakkan. Salah satunya UPPKS yang ada dibawah naungan BKKBN  ini. Maka, kita harus mendorong agar kelompok yang ada selalu melakukan inovasi dan bekerja secara kreatif memanfaatkan segala peluang yang ada.

Dalam kesempatan itu, Ia sangat mengapresiasi keberadaan situs dan aplikasi online shop akutuku.com milik perkumpulan AKU. Aplikasi dinilai akan memudahkan masyarakat untuk membeli berbagai macam produk kebutuhan pribadi maupun rumah tangga sekaligus memasarkan produk anggota perkumpulan AKU

Untuk membantu kelompok UPPKS lebih berkembang dan mempunyai arti bagi kesejahteraan maka dibentuklah Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) yang sifatnya organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang perekonomian mikro, bersifat mandiri dan independent dan menjadi salah satu mitra BKKBN dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi keluarga.

“AKU menjadi wadah untuk menghimpun potensi dan daya saing kelompok UPPKS. Selain itu, membantu dan menjembatani kelompok UPPKS dalam mendapatkan akses modal, akses pasar dan akses informasi” ungkap Andi Rita

Ada 3 hal perlu diperkuat, terang Andi Rita, pertama aspek penguatan kapasitas usaha melalui training dan bimbingan teknis tentang aspek manajemen, keuangan, teknis produksi dan operasi, aspek permodalan, aspek pemasaran, baik yg bersifat konvensional maupun berbasis digital, ujarnya.

Andi Rita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong kelompok UPPKS bisa lebih maju dalam meningkatkan kesejahteraan anggota kelompoknya dan dapat memberikan manfaat yang besar dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia khususnya Pasangan Usia Subur yang ber-KB yang tergabung dalam kelompok UPPKS serta dapat membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Pangkep, dr. Hj. Hartiny Djafar, M.Kes mengatakan saat ini di Kabupaten Pangkep telah dibentuk sebanyak 78 kelompok UPPKS yang tersebar di 8 Kecamatan dengan berbagai kegiatan usaha produksi industri rumah tangga, pertanian, peternakan, pelayanan jasa, dan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan sejak dibentuknya program tersebut telah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi kecil. Hingga produk industri kelompok peserta KB mampu menembus pasar nasional.

Sejak Pandemi Corona, ia tidak menampik akan berdampak terhadap eksistensi usaha kelompok ibu-ibu peserta KB di derah itu. Namun pihaknya tetap berusaha untuk menjaga kesinambungan kegiatan dengan membantu pemasaran produksi dari UPPKS itu

“Pada masa pandemi kita dorong kelompok UPPKS dengan menjual sistem online kepada mitra kerja sehingga ditengah wabah virus corona, tidak semua kelompok UPPKS yang gulung tikar. Terlihat masih adanyakan produknya UPPKS yang tetap beredar di pasar lokal” tutup Hartiny