BKKBN SULSEL : KB TIDAK MELARANG MELAHIRKAN TETAPI DI ATUR

Menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap  26 September, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Integrasi Penguatan Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi dan Hak-hak Reproduksi bersama mitra Kerja di Poskesdes Desa Malakka, Kecamatan Tondon Tallasa, Kabupaten Pangkep, Kamis (03/09)

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi khusunya terkait hak-hak reproduksinya mereka. Dengan demikian diharapkan dapat mendorong peran aktif masyarakat dalam program KB khusunya sertaan dalam penggunaan alat kontrasepsi dalam mengatur kelahiran anak sesuai dengan siklus Kesehatan reproduksi secara sehat

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakil Bupati Pangkep, H. Syahban Sammana, SH, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR), Wardihang, SE, M.Si beserta jajaran, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten pangkep, dr. H. Hartini Japar, M.Kes, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Frans PD Manaba D Mattayan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati, H. Syahban, mengatakan sebenarnya pemerintah hanya memberikan sosialisasi, meningkatkan pemahaman masyarakat, tidak melarang masyarakatnya melahirkan, tetapi harus direncanakan karena itu berkaitan kesehatan reproduksi baik suami ataupun istrinya.

Hal ini senada dengan materi yang disampaikan narasumber BKKBN, Wardihang, Salah satu hak-hak reproduksi adalah hak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, tiap orang mencegah dan melindungi diri dari perilaku seksual yang beresiko serta setiap pasangan berhak mendapatkan informasi (manfaat dan keterbatasan) berbagai metode kontrasepsi sehingga mereka dapat berperan aktif dan ikut bertanggung jawab dalam upaya perencanaan keluarga.

Lanjutnya menjelaskan “dengan mempunyai 2 anak, insya Allah kehidupan keluarga lebih sehat, lebih sejahtera. Untuk kesehatan tidak ada toleransi, ketika ada toleransi maka rentan terjadinya 3 Terlambat, 4 Terlalu”

Diakhir materinya, Pak Wardihang berharap dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia ini, masyarakat tidak hanya mendapat pengetahuan namun menjadi salah satu peserta KB MKJP. Sedangkan mitra kerja terus menjalin kerjasama dalam meningkatkan komitmen dan dukungan untuk percepatan pencapaian program Bangga Kencana.