RAYAKAN HARI KONTRASEPSI SEDUNIA, BKKBN SULSEL GELAR SENAM SAJOJO BERSAMA MITRA KERJA

Untuk menyemarakkan pelaksanaan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 September, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Senam Sajojo bersama mitra kerja bertempat di Pelataran Kantor Perwakilan BKKBN Sulsel, Jumat (25/09/20)

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid 19, kegiatan ini menghadirkan mitra kerja dari IBI, PKK, Persit Chandra Kirana dan Pengurus IPeKB Provinsi Sulawesi Selatan, Senam Sajojo ini dihadiri langsung Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd  beserta jajaran. Bersama BKKBN Pusat, Senam sajojo ini dilaksanakan serentak di 34 Perwakilan BKKBN Provinsi seluruh Indonesia secara virtual melalui Aplikasi Webex Meeting.

Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita dalam kesempatan itu menyampaikan Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati setiap tahun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesertaan ber-KB khususnya dalam merencanakan kehidupan berkeluarga, selain itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bagaimana menjaga kesehatan reproduksi mereka.

“Lewat memontem ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen, dukungan serta peran serta mitra kerja dalam menyukseskan pelaksanaan Program Pembagunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) guna mewujudkan Indonesia sejahtera” ungkap Andi Rita

Lebih Lanjut Ia menjelaskan untuk menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia pihaknya telah melaunching Bulan Pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) di Kabupaten Soppeng pada tanggal 28 Agustus dimana selama bulan itu akan dilaksanakan pelayanan KB MKJP Gratis di 24 Kabupaten Kota hingga 26 September

Bulan Pelayanan KB MKJP ini sebagai langkah meningkatkan kesertaan ber-KB khusus Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, disamping upaya mendekatkan Pelayanan KB kepada masyarakat di tengah wabah Covid 19. Pasalnya sejak pandemi melanda Indonesia sejak Maret lalu, terjadi penurunan jumlah kesertaan ber-KB baik itu Peserta KB aktif maupun baru, hal ini terjadi karena banyak PUS yang ingin ber-KB namun khawatir datang ke fasilitas kesehatan akibat wabah Covid-19, selain itu kebijakan social distancing dan beberapa provider terbatas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat semasa pandemi.

Khusus Provinsi Sulawesi Selatan mendapat target sebanyak 7.923 Akseptor KB MKJP dengan rincian IUD sebanyak 2.906 Akseptor dan Implant 5.017 Akseptor.

“Saat ini kita telah berhasil melampau target pelayanan Implant dan IUD secara keseluruhan kita telah mencapai total taget 119 %” ujar Andi Rita

Lewat Bulan Pelayanan KB ini, diharapkan akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan KB sehingga kesertaan ber-KB bisa meningkat dan masyarakat yang tidak terlayani segera mendapat pelayanan, sebab jika tidak angka putus pakai kontrasepsi akan melonjak dan berakhir pada peningkatan angka kelahiran

Keluarga Berencana merupakan suatu upaya untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak, dimana dengan jumlah anak yang ideal, masyarakat bisa mengelola, menata dan merencanakan kehidupan keluarganya dengan baik sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi tutup Andi Rita