PERCEPAT CAPAIAN KINERJA, KEPALA BKKBN SULSEL, ANDI RITA HIMBAU JAJARANNYA LAKUKAN TEROBOSAN DI TAHUN 2021

Dalam menyusun perencanaan dan anggaran yang efektif dan efisien guna meningkatkan capaian sasaran kinerja Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2021,  Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pertemuan Konsolidasi Perencanaan dan Anggaran (Koren) II bertempat di Hotel Mercure Makassar, Senin (05/10) dengan melibatkan seluruh komponen perencana bidang di BKKBN Sulsel.

Dengan mengangkat tema “Mempercepat Capaian Kinerja Program Bangga Kencana dan Meningkatkan Kesiapan SDM Aparatur BKKBN dalam Era New Normal Tahun Anggaran 2021” kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 4 (empat) hari terhitung sejak tanggal 5 hingga 8 Oktober mendatang, dibuka secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dimana sebelumnya secara nasional dibuka oleh Kepala BKKBN Pusat, Dr. (C.H.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) secara virtual melalui aplikasi Cisco Webex

Dalam sambutannya, Kepala BKKBN, Hasto mengatakan seluruh komponen di BKKBN agar menyusun kegiatan tahun 2021  secara efektif dan efisien agar output kegiatan yang dihasilkan berkualitas dalam mendukung proyek prioritas nasional dan sasaran stragesi yang telah dijabarkan dalam renstra BKKBN 2020 – 2024

Hasto menyebutkan sejumlah kegiatan strategis yang akan dilaksanakan di tahun 2021 guna mendukung pencapaian sasaran proyek prioritas nasional yaitu pemenuhan ketersediaan alokon di 19.056 Faskes di 34 Provinsi, Promosi 1.000 hari pertama Kehidupan bagi keluarga yang memiliki baduta bagi 4.122.784 keluarga, Penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Bina Keluarga Remaja (BKR) dalam edukasi Kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja putri sebagai calon ibu, Peningkatan pelayanan ramah lansia melaui 7 dimensi lansi Tangguh dan pendampingan perawatan  jangka Panjang bagi lansia untuk 10.215 kelompok di 34 provinsi, Peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor KB lestari MKJP dan keluarga akseptor KB Mandiri MKJP di 514 Kampung KB percontohan di 33 provinsi, Peningkatan kualitas Rumah Data Kependudukan Paripurna guna pengintegrasian  data dan informasi keluarga di 35 Kampung KB percontohan provinsi dan 475 Kampung KB Percontohan kabupaten kota.

Lebih lanjut, Hasto menyebutkan kegiatan prioritas lainnya diantaranya optimalisasi pelaksanaan Pendataan Keluarga di tahun 2021 yang tertunda pelaksanaannya akibat pandemi Covid 19 dan persiapan dukungan pelaksanaan SDKI di tahun 2022. Selain itu, kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana yang dilaksanakan bersama mitra, Optimalisasi kegiatan BKB Integratif dalam rangka penurunan Angka Stunting.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dalam arahannya menekankan agar seluruh komponen bidang di BKKBN Sulsel untuk menjabarkan seluruh indikator sasaran yang tertuang dalam Rencana Strategis BKKBN 2020 – 2014 kedalam kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2021 sehingga mampu meningkatkan pencapaian sasaran strategis program Bangga Kencana di masa New Normal

“Setiap bidang agar melakukan terobosan terobosan kegiatan untuk mendukung percepatan pencapaian sasaran strategis program Bangga Kencana di hahun 2021. Untuk itu, kita tidak bisa bekerja biasa tetapi harus bekerja luar biasa dengan pemikiran yang inovatif” terang Andi Rita

Ia berharap agar indikator-indikator output seperti TFR, mCPR, Unmet Need, ASFR dan Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) yang ada di dalam Rencana Strategis (Renstra BKKBN) 2020-2024 untuk dikembangkan lebih detail ke dalam kegiatan bidang khusunya kegiatan di tahun 2021.

Andi Rita menyebutkan dalam arahan pimpinan perlu dilakukan optimalisasi Pendataan Keluarga tahun 2021, termasuk jaminan ketersediaan Alokon di setiap faskes, optimalisasi poktan dalam penanggulangan Stunting bagi Baduta, Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja, optimalisasi pelaksanaan 7 Dimensi Lansia Tangguh, Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga akseptor KB lestari MKJP dan keluarga akseptor KB mandiri MKJP di kampung KB percontohan, dan Peningkatan Kualitas Rumah Data Kependudukan Paripurna guna Pengintegrasian Data dan Informasi Keluarga di Kampung KB Percontohan.

Selain itu Andi Rita juga mengingatkan pentingnya implementasi pelaksanaan Zona Integritas (ZI) dalam upaya perwujudan WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). Untuk itu Ia meminta perhatian seluruh komponen bidang untuk mengoptimalkan pelaksanaanya.

Perubahan yang dilakukan BKKBN seperti Organisasi dan Tata Kerja (OTK) BKKBN yang baru dan juga transformasi dari Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional diharapkan akan mendorong percepatan realisasi ZI. Andi Rita berpesan agar seluruh pegawai untuk memanfaatkan inovasi-inovasi yang ada untuk mendorong percepatan terwujudnya ZI dan WBK WBBM.