TINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA DIMASA PANDEMI COVID 19, KOMISI III DPRD SOPPENG KUNKER KE BKKBN SULSEL

Untuk kesekian kalinya Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan mendapat kunjungan dari anggota legislatif. Kali ini sebanyak 9 orang anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng bertandang ke BKKBN Sulsel dan diterima langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra, Hj. Andi Ritamariani, M.Pd di Ruang Rapat Masagena Kantor BKKBN Sulsel, Jumat (09/10/2020)

Rombongan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng, Haerudin Tahang,SE. Dalam kesempatan itu, Ia menuturkan kunjungan ini dalam rangka mensinergikan program-program yang ada di BKKBN dengan kebijakan daerah khususnya program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan pembagunan keluarga yang menjadi tugasnya di Komisi III.

Haeruddin menambahkan sejak Pandemi COVID 19 melanda Indonesia sejak Maret lalu, banyak masyarakat mengalami kesulitan tidak hanya dari segi Kesehatan tetapi juga dari segi ekonomi khususnya masyarakat yang tergolong ke dalam keluarga pra sejahtera dan sejahtera I serta Pasangan Usia Subur (PUS).

Lebih lanjut, Ia menuturkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dimasa Pandemi Covid 19, perlu dilakukan sinergitas program baik ditingkat pusat maupun daerah, khususnya program-program yang berkaitan dengan Usaha Mikro Kemasyarakatan. Ia menjelaskan salah satu program peningkatan ekonomi keluarga yang ada di BKKBN dan mendapat perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng yaitu Kelompok UPPKS. Haeruddin menilai kelompok UPPKS ini memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi keluarga di tengah Pandemi COVID 19.

“Salah satu program kesejahteraan masyarakat yang ada di BKKBN yaitu kelompok UPPKS, melalui kunjungan ini kami berharap memperoleh informasi dan masukan pegembangan kelompok UPPKS yang nantinya dapat dimasukkan kedalam peraturan  dan kebijakan daerah”

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra, Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dalam kesempatan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Komisi III DPRD Soppeng di BKKBN Sulsel, Ia menuturkan kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan kesempatan bagi BKKBN Sulsel untuk dapat menyampaikan dan mensinergikan program-program yang ada di BKKBN dengan kebijakan yang ada di daerah .

Andi Rita menyebutkan BKKBN memiliki tugas utama melaksanakan tugas pemerintahan di Bidang Pengendalian Penduduk dan Penyelenggaraan Keluarga Berencana sebagaimana di amanatkan dalam Undang Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Ia menyebutkan Ada 3 program utama dalam BKKBN yaitu Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana yang disingkat “Bangga Kencana”.

“Selama ini orang hanya melihat BKKBN mengurusi hanya sebatas kontrasepsi saja, padahal kontrasepsi hanya sebagian kecil dari tugas BKKBN, dimana bidang tugasnya meliputi upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas kehidupan keluarga” ungkap Andi Rita

Program KB merupakan suatu upaya untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak, dengan jumlah dan jarak anak yang ideal, keluarga bisa mengelola, menata dan merencanakan kehidupan keluarganya dengan baik dan maksimal khususnya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya .

“BKKBN tidak melarang orang ber-KB tetapi bagaimana mengatur kelahiran secara sehat. Program KB bertujuan untuk melindungi kesehatan ibu dan anak, melalui proses kehamilan yang sehat, pengasuhan anak yang baik dengan kecukupan ASI dan gizi serta dan peningkatan ketahanan keluarga” ujar Andi Rita

Lebih lanjut Ia menyebutkan saat ini BKKBN terus berbenah dengan melakukan sejumlah perubahan sesuai dengan generasi saat ini, dimana BKKBN melakukan 10 perubahan yaitu Pertama perubahan logo BKKBN, Kedua perubahan tagline dari “Dua Anak Cukup” menjadi “Dua Anak Lebih Sehat” dan “Berencana Itu Keren”

Selanjutnya Perubahan Ketiga dari KKBPK menjadi Program Bangga Kencana agar lebih mudah di kenal masyarakat, Keempat arangement Mars KB baru dan jingle BKKBN, Kelima Perubahan Kampung KB menjadi Kampung Keluarga Berkualitas, Keenam perubahan Identitas BKKBN melalui seragam Batik Kencana, Ketujuh perubahan tugas PKB/PLKB selain menyuluh juga dapat membantu distribusi obat dan alat KB tentunya dengan monitoring Bidan dan Dokter, Delapan Pil KB yang tidak menggangu produksi ASI, Kesembilan Suntik KB yang tidak menggangu siklus haid  dan  Kesepuluh Susuk KB menjadi hanya 1 batang dengan masa pakai tetap 3 tahun.

Sekaitan dengan kunjungan Komisi III DPRD kabupaten Soppeng, lanjut Andi Rita, untuk meningkatkan ketahanan keluarga khususnya dari segi ekonomi maka dikembangkan program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui usaha ekonomi mikro dengan sasaran keluarga, khususnya keluarga Pra-Sejahtera yang tergabung dalam Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)

Andi Rita mengatakan bahwa Kelompok UPPKS merupakan kelompok kegiatan ekonomi mikro yang berskala industri rumah tangga dilakukan oleh keluarga secara berkelompok dilingkungan masyarakat yang sederhana. Program ini di kembangkan dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Khusus di Sulawesi Selatan sudah terbentuk 2.546 kelompok yang tersebar di 24 kabupaten kota.

“Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar terhadap kinerja BKKBN tidak hanya dalam meningkatkan kesertaan ber-KB tetapi sektor ekonomi kecil menengah khususnya kelompok UPPKS yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan juga terdampak” tandas Andi Rita.

Dihadapan Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng, Ia menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diperkuat agar kelompok UPPKS ini dapat berkembang, meliputi penguatan kapasitas usaha melalui training dan bimbingan teknis berkaitan aspek manajemen, keuangan, teknis produksi dan operasi, aspek permodalan, aspek pemasaran, baik yg bersifat konvensional maupun berbasis digital.

Andi Rita berharap dengan adanya kunjungan ini dapat mendorong sinergitas dalam pegembangan kelompok UPPKS untuk bisa lebih maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompoknya khususnya Pasangan Usia Subur yang ber-KB yang tergabung dalam kelompok UPPKS ditengah Pandemi COVID 19.