BKKBN SULSEL GELAR SOSIALISASI PROGRAM BANGGA KENCANA DI PASAR TRADSIONAL

Dengan mengambil lokasi Pasar Tradisional yang terletak di Desa Bakti, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Program Bangga Kencana yang dilaksanakan bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI, Kamis (15/10/20)

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan komitmen dan dukungan para pemangku kepentingan di daerah dalam pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan upaya mengatur kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi secara tepat.

Dengan menghadirkan pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pasangan Usia Subur (PUS) kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI,  Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, SH. Turut Hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd

Dalam sambutannya Dhevy menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama BKKBN dan Komisi IX DPR RI selaku mitra kerja BKKBN di pusat yang mana  ruang lingkup tugasnya meliputi bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kependudukan.

“Sesuai dengan ruang lingkup tugas Komisi IX DPR RI, saat ini Kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, BKKBN, Badan POM, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan” jelas Devy

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberi dukungan kepada dirinya sehingga berkesempatan menjadi anggota legislatif mewakili masyarakat Luwu di Senaya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra, Hj. Andi Ritamariani, M.Pd menyampaikan bahwa Komisi IX DPR RI merupakan mitra strategis BKKBN di pusat yang berperan dalam perumusan regulasi dan anggaran dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.

Andi Rita menjelaskan dalam Undang Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BKKBN memiliki tugas utama melaksanakan tugas pemerintahan di Bidang Pengendalian Penduduk dan Penyelenggaraan Keluarga Berencana dimana ada 3 program utama dalam BKKBN yaitu Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana yang disingkat “Bangga Kencana”.

“Selama ini masyarakat beranggapan BKKBN hanya mengurusi sebatas kondom saja, padahal kontrasepsi merupakan sebagian kecil dari tugas BKKBN yaitu mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan keluarga yang berkualitas ” ungkap Andi Rita

Lebih lanjut Andi Rita menerangkan dengan mengendalikan  laju pertumbuhan penduduk, akan membuka memudahkan daerah memenuhi segala kebutuhan penduduknya yang meliputi kebutuhan pendidikan, kesehatan, sandang dan pangan, lapangan pekerjaan.

“Jika laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan, akan menjadi beban dalam pembangunan, sebab kemampuan daerah sangat terbatas sedangkan kebutuhan  masyakat yang harus dipenuhi daerah akan semakin meningkat dengan adanya pertambahan penduduk yang tak terkendali” jelas Andi Rita

Dijelaskan pula peluang Bonus Demografi yang diprediksi terjadi di Indonesia pada tahun 2030 hingga 2045 mendatang, akan sulit dicapai. Dimana Bonus Demografi merupakan kondisi dimana jumlah angkatan usia kerja (15-65 tahun) lebih besar dibandingkan angkatan non-kerja sehingga menjadi peluang bagi Indonesia meningkatkan perekonomian bangsa.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita menegaskan bahwa BKKBN selama ini tidak melarang orang untuk melahirkan tetapi bagaimana Pasangan Usia Subur dapat merencanakan kehidupan berkeluarganya melalui pengaturan kelahiran secara sehat dengan menggunakan alat kontrasepsi.

“Dengan jumlah dan jarak anak yang ideal akan memberikan kesempatan kepada orang tua bisa memaksimalkan pengasuhan anak utamanya dalam pemberian ASI eksklusif dan pemenuhan gizi mendukung tumbuh kembang anak.

BKKBN saat ini menjadi salah satu lembaga yang turut serta berperan dalam percepatan penurunan angka stunting, dimana BKKBN berperan dalam memberikan pendampingan  pengasuhan anak terutama di periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Lebih lanjut Andi Rita menyebutkan BKKBN juga berperan dalam mengedukasi remaja terkait kesehatan reproduksi dengan tidak menikah di usia muda, dimana menikah pada usia muda akan memutus kesempatan anak untuk meraih pendidikan

“Untuk itu BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe) di sekolah, kampus dan masyarakat melalui pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) untuk mendorong remaja melakukan persiapan dalam kehidupan berkeluarga deng menghindari nikah muda, seks bebas dan narkoba” jelasnya

Diakhir materinya, Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita menghimbau masyarakat untuk menghindari 4 terlalu yang meliputi terlalu muda melahirkan dibawah 20 tahun. Terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun, terlalu rapat jarak kelahiran dibawah 2 tahun dan terlalu sering melahirkan. Dijelaskan bahwa faktor 4 terlalu merupakan salah salah faktor penyebab terjadinya kasus kematian ibu dan bayi akibat proses kehamilan yang berisiko.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat kegiatan ini juga dirangkaian dengan pembagian 1.000 paket sembako kepada warga yang terdampak Pandemi Covid 19 khususnya Pasangan Usia Subur dan Keluarga Pra Sejahtera yang berada di Kabupaten Luwu.