BKKBN KEMBALI MENGGELAR SOSIALISASI ADVOKASI & KIE PROGRAM BANGGA KENCANA BERSAMA MITRA KERJA (Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE)

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat, Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE di Ruang Pertemuan Grand Town Maros (29/11/2020).

Sosialisasi pembangunan keluarga tersebut dibuka secara langsung oleh Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE, didampingi oleh Kepala Perwakian BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd selaku narasumber.

Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama BKKBN dan Komisi IX DPR RI selaku mitra kerja BKKBN di pusat yang mana ruang lingkup tugasnya meliputi bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kependudukan.
“Sesuai dengan ruang lingkup tugas Komisi IX DPR RI, saat ini Kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, BKKBN, Badan POM, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” jelas Hj. Aliyah Mustika.

Lebih lanjut, Hj. Aliyah Mustika meminta semua pihak baik masyarakat maupun pejabat setempat agar dapat membantu pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk dan mendukung program KB.

Pada kesempatan yang sama Hj. Andi Rita Selaku Kepala Perwakilan BKKBN dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa tugas BKKBN yang tertuang dalam UU No 52 Tahun 2009 bukan hanya seputar program KB (Keluarga Berencana) tetapi lebih dari itu ada Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

“Selama ini masyarakat beranggapan BKKBN hanya mengurusi sebatas kondom saja, padahal kontrasepsi (Program KB) merupakan sebagian kecil dari tugas BKKBN yaitu mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan keluarga yang berkualitas yang tertuang dalam Program Bangga Kencana, Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana” katanya.

Lebih lanjut, Hj. Andi Rita menyampaikan bahwa saat ini program 1000 HPK merupakan program yang sedang digalakkan oleh BKKBN.
Terakhir, sosialisasi yang dihadiri sebanyak 50 orang peserta ini yang terdiri dari Kader IMP, Penyuluh Keluarga Berencana dan tokoh masyarakat bisa menjadi agen pembawa perubahan di tengah masyarakat untuk ikut serta mensosialisasikan pentingnya program Pembangunan Keluarga terkhusus pada program 1000 HPK untuk bisa mewujudkan Generasi Berencana di Indonesia.