SUKSESKAN PELAYANAN SEJUTA AKSEPTOR KB, BUPATI BARRU TERIMA PENGHARGAAN DARI KEPALA BKKBN

Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh, M.Si menerima penghargaan dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr.(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) atas kesuksesan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Barru melampaui target Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor yang diberikan BKKBN.

Berdasarkan laporan data BKKBN tercatat sebanyak 1.439.966 akseptor berhasil terlayani dalam sehari, dimana Kabupaten Barru memberikan kontribusi sebanyak 873 akseptor atau 102,1% dari target 855 akseptor. Berkat capaian ini, BKKBN menorehkan Museum Rekor Indonesia (MuRI) lewat pelayanan KB serentak sejuta akseptor yang dicapai dalam sehari.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd, dikediaman Bupati Barru, Suardi Saleh di Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Barru (22/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Andi Rita menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Barru yang turut serta menyukseskan pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Sulawesi Selatan

“Setiap kabupaten kota berikan target oleh BKKBN dan Kabupaten Barru berhasil melampaui target hingga 102,1%, untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati telah menyukseskan pelayanan KB serentak sejuta akseptor ” ungkap Andi Rita

Andi Rita menambahkan Pelayanan KB Sejuta Akseptor dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 yang diperingati setiap tanggal 29 Juni.

Lebih lanjut Andi Rita mengungkapkan pada tahun 2021 akan dilaksanakan Pendataan Keluarga sebulan penuh untuk mendata seluruh keluarga. Pendataan ini akan menghasilkan data mikro untuk mengukur Indeks Pembangunan Keluarga (iBANGGA) yang dinilai melalui tiga dimensi yaitu dimensi ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.

“iBangga diluncurkan BKKBN dengan melihat bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat perlu diketahui secara mikro. masing-masing keluarga kita potret untuk mengetahui Indikator yang ada, apakah keluarga itu tenteram, mandiri, bahagia,” tutur Andi Rita.

Andi Rita menambahkan, Jika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memotret permasalahan secara makro, sedangkan iBangga dapat mengidentifikasi dan menemukan permasalahan dasar yang terdapat dalam keluarga dengan melihat 3 indikator tenteram, mandiri, bahagia sehingga dapat dilakukan penanganan masalah secara tepat sesuai dengan kondisi yang dihadapi keluarga.

Selain itu, Andi Rita menyampaikan saat ini intervensi terhadap keluarga sangat penting mengingat Indonesia tengah memasuki jendela peluang bonus demografi. Permasalahan Stunting, putus sekolah, angka kematian ibu dan bayi, kawin muda dan perceraian bisa menjadi faktor penghambat tercapainya bonus demografi.

Andi Rita melalui kesempatan itu meminta dukungan seluruh pemerintah daerah untuk terus dukungan pelaksanaan Program Kependudukan, Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), mengingat tujuan utama dari program ini adalah bagaimana mewujudkan kehidupan keluarga berkualitas dan sejahtera

“Di BKKBN ada banyak program yang dapat disinergikan dengan program daerah diantaranya Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Program ketahanan keluarga melalui kelompok tribina BKB, BKR dan BKL, Program pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kelompok UPPKS, Program GenRe, PIK-R dan PUP untuk Remaja, Program orang tua hebat dan 1000 HPK terkait pola pengasuhan anak dalam mencegah Stunting, dimana pada tahun 2021, BKKBN akan menjadi koordinator penanganan Stunting. Selai itu ada Program pembangunan masyarakat di Kampung KB, Rumah Dataku dan masih banyak program lainnya” ujar Andi Rita

Bupati Barru, Ir. H. Suardi Saleh, M.Si menyampaikan terima kasih kepada BKKBN Pusat atas penghargaan yang diberikan. Ia mengatakan pencapaian pelayanan KB sejuta akseptor di Barru tidak lepas dari dukungan dan kerja keras lintas sektor terkait dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Bupati Barru, Suardi Saleh mengungkapkan pihaknya beserta seluruh jajaran akan terus berupaya mendukung pelaksanaan program BKKBN, Ia menuturkan jika program pengendalian penduduk sangat penting untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar sesuai dengan kemapuan dan daya dukung daerah.

“Dalam pembangunan daerah pengendalian penduduk sangat penting agar lonjakan penduduk penduduk tidak terjadi, jika penduduk tidak terkendali akan sangat sulit bagi daerah memenuhi seluruh kebutuhan dasar masyarakat, seperti rumah sakit, sekolah dan kebutuhan lainnya” ujar Suardi Saleh

Turut hadir kesempatan itu, Kepala Dinas DPMD PPKB PP3A Kabupaten Barru Jamaluddin, S.Sos, MH, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Sulsel, Hj. Siti Sulfiani, S.Sos, M.Si, dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Sulsel, Yosep Upa, S.Sos, M.Si