KEPALA BKKBN, HASTO WARDOYO RESMI LANTIK 20 PEJABAT FUNGSIONAL BKKBN SULSEL

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) secara virtual resmi melantik 20 pejabat struktural yang ada dilingkungan Perwakilan BKKBN Sulsel ke dalam Jabatan Fungsional melalui mekanisme penyetaraan langsung dari Jakarta melalui aplikasi webex meeting, Selasa (29/12/2020).

Pelantikan ini diikuti 34 Perwakilan BKKBN Provinsi di seluruh Indonesia, dimana ada 691 Pejabat yang dialihkan ke dalam jabatan fungsional. Turut menjadi saksi dalam pelantikan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd

Pengalihan ini merupakan tindak lanjut pasal 87 Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pengembangan karier pegawai. Selain itu sebagai bentuk percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan BKKBN melalui penyederhanaan birokrasi dengan mengalihkan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional.

Kepala BKKBN, Hasto dalam pidatonya mengatakan dalam rangka pengembangan kualitas organisasi kepemerintahan yang semakin efektif dan efisien, perlu pengembangan berbagai jabatan fungsional untuk ditingkatkan dan dilengkapi. Khususnya terkait dengan pengelolaan manajemen karier dan pengembangan karier dalam jabatan fungsional.

“Atas pertimbangan tersebut sejak 2016 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melalui PERMENPAN Nomor 26 Tahun 2016 membuka peluang pengangkatan kedalam jabatan fungsional melalui penyesuaiandan atau inpassing yang berakhir di 2018, dan memperpanjang kembali periode inpassing sampai dengan 2021 sesuai PERMENPAN Nomor 42 Tahun 2018,” terang Hasto.

Selanjutnya ia mengatakan, jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Dalam rangka mencapai tujuan nasional, tambah Hasto, dibutuhkan adanya Pegawai Negeri Sipil dengan mutu profesionalisme yang memadai, berdayaguna dan berhasil guna di dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan.

“Pegawai Negeri Sipil perlu dibina dengan sebaik-baiknya atas dasar sistem karier dan sistem prestasi kerja,” ungkap mantan Bupati Kulon Progo.

Hasto menyebutkan jabatan fungsional pada hakekatnya memiliki keunggulan yang seimbang termasuk dalam segi hak dan kewajiban serta beban tanggungjawab yang tidak ringan. Namun demikian seiring dengan kemajuan zaman yang semakin mengarah kepada suasana profesionalisme jabatan, maka jabatan fungsional sudah menjadi jabatan unggulan yang lebih diperhitungkan dimasa mendatang

Menurutnya, spirit untuk memberikan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional mempunyai dua makna besar yaitu, pertama, makna besar untuk meningkatkan kinerja pencapaian indikator dengan lebih baik, lebih cepat, lebih fokus. Kedua, lanjut Hasto, agar PNS dijajaran BKKBN mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, yaitu kesejahteraan dalam bentuk seperti kenaikan pangkat.

“Harapan saya bisa dua tahun naik pangkat karena kinerja fungsionalnya sebagai pendukung kenaikan pangkatnya. Begitu juga dengan fokus kepada kegiatan fungsional maka akan lebih professional dan tentu kedepan kami sangat ingin sekali memberikan jerih payah dengan bentuk tunjangan kinerja yang sesuai,” tandasnya.

Untuk itu, Hasto minta pejabat fungsional dijajarannya yang telah dilantik hari ini, agar melaksanakan tugas baru dan jabatan baru dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan dengan semangat yang tinggi pula.

“Segera pahami dan dalami tugas saudara yang baru. Dalam mengemban amanah yang diberikan, hendaknya saudara dapat menunjukkan keunggulan yang saudara miliki dalam bentuk prestasi kerja sebagai pejabat fungsional di lingkungan BKKBN, sehingga dapat membantu pencapaian target BKKBN sesuai dengan RPJMN dan Renstra,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd saat ditemui awak media mengatakan pelantikan ini sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait penyederhanaan birokrasi pemerintahan.

Andi Rita menambahkan lewat pengalihan ke jabatan fungsional ini diharapkan setiap pegawai dapat bekerja secara professional dan maksimal

“Setiap penempatan jabatan fungsional disesuaikan dengan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki, sehingga diharapkan dapat bekerja secara maksimal professional” terang Andi Rita

Lebih lanjut Andi Rita menekankan agar seluruh pejabat yang dilantik untuk memegang teguh integritas dalam bekerja, agar tugas dan fungsi yang diemban bisa lebih fokus dalam pencapaian target dan sasaran program” tutup Andi Rita