TINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PELAYANAN KB, KEGIATAN ORIENTASI PEMASANGAN IMPLAN 1 (SATU) BATANG DILAKSANAKAN DI SULAWESI SELATAN

Untuk terus meningkatkan komitmen masyarakat dan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam ber-KB salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan alat dan obat kontrasepsi variasi jenis baru seperti kontrasepsi implan 1 (satu) batang. Dalam mendukung pelaksanaannya diperlukan peningkatan kapasitas dari tenaga medis yang memberikan pelayanan KB implan 1 (satu) batang.

Kegiatan ini dimotori oleh PT Organon Pharm Indonesia Tbk sebagai tindak lanjut Kontrak Paket Pekerjaan Pengadaan Implan Tahun 2020 pada Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) poin 37 Layanan tambahan dicantumkan bahwa “Penyedia harus memberikan layanan tambahan berupa pelatihan pemasangan implan bagi para pelaksanan pelayanan KB yang membutuhkan (apabila diperlukan)”, dimana hal tersebut belum dilakukan pada tahun 2020. Sehingga dilaksanakan  kegiatan Orientasi Pemasangan Implan 1 (satu) batang pada 8 (delapan) provinsi termasuk Sulawesi Selatan.

Orientasi Pemasangan Implan 1 (satu) batang, dilaksanakan di Aston Hotel Makassar Kamis, 11 November 2021. Peserta terdiri dari Bidan yang telah mengikuti pelatihan CTU, Pengelola Program KB Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan dan OPD KB Kota Makassar, dan turut hadir dari Kedeputian KBKR BKKBN Direktur Bina Akses Pelayanan KB dan Koordinator Bina Pelayanan KB di PMB dan Lini Lapangan .

Kegiatan dibuka oleh Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN RI dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid. “Metode kontrasepsi modern saat ini menjadi pilihna kontrasepsi yang diminati, Suntik KB (29%) merupakan alat/cara KB yang paling banyak digunakan oleh wanita kawin, diikuti oleh pil (12%), susuk KB dan IUD (masing-masing 5%), dan MOW (4%). BKKBN terus menghadirkan strategi dan inovasi dalam Penyediaan alat dan obat kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur diantaranya melalui ketersediaan varian baru” ungkap dr. Zamhir.

Dalam pertemuan disampaikan teori mengenai efektivitas dan keuntungan klinis serta pendampingan praktek pemasangan dan pencabutan Implan 1 (satu) batang oleh POGI Sulawesi Selatan Dr.dr.A.Mardiah Tahir, Sp.OG(K) dan Dr.dr.Fatmawaty Madya, Sp. OG(K). Menurut peserta Pemasangan Implan 1 batang lebih mudah dan praktis. “Kami siap untuk melaksanakan pemasangan Implant 1 Batang, harapannya BKKBN juga siap dengan ketersediaan stoknya” ujar Bidan Emi.

Peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB sangat penting untuk terus menjalin kebersamaan dalam meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal BKKBN untuk percepatan pencapaian program Bangga Kencana.