DORONG PEMANFAATAN HASIL PENDATAAN KELUARGA 2021, BKKBN SULSEL GANDENG MITRA STRATEGIS KOMISI IX DPR RI

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Sosialisasi Penguatan Pendataan keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama mitra strategis anggota Komisi IX DPR RI di dua tempat berbeda yakni Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar dan SLB Negeri 1 Makassar, Selasa (30/11/21).

Hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Aliyah Mustika Ilham, S.E., Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) BKKBN, Ahmad Taufik, S.Kom, MAP dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd.

Kegiatan yang  dilaksanakan untuk memberikan pemahaman pada peserta pentingnya pemanfaatan hasil Pendataan Keluarga 2021 dalam perencanaan pembagunan daerah sekaligus memberikan edukasi dan pemahaman dampak pernikahan anak usia remaja khususnya berkaitan dengan masalah stunting.

Dalam kesempatan itu, Aliyah menekankan agar peserta menghindari pernikahan anak usia remaja. “Bapak Ibu yang mempunyai anak usia remaja sebaiknya dinikahkan minimal usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki,” imbuhnya.

Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN, Ahmad Taufik, S.Kom, MAP mengungkapkan bahwa stunting tidak hanya diukur dari berat dan tinggi badan anak tapi juga kemampuan otak. Salah satu penyebab stunting adalah kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi. Ibu yang hamil di usia remaja harus memenuhi kebutuhan gizinya dalam masa pertumbuhan dan juga bayi yang dikandungnya.

“Jangan berpikir bahwa menikah hanya kebutuhan biologis tapi bagaimana anak bisa tumbuh cerdas dan sehat” ujarnya Ahmad.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan Komisi IV DPR RI sebagai mitra strategis BKKBN menyukseskan Program Bangga Kencana. Selain itu, ia juga menyampaikan Apresiasi pada Pemerintah Kabupaten Takalar atas kesuksesannya melaksanakan Pendataan Keluarga 2021 dengan hasil 100% dan tepat waktu.

Andi Rita menambahkan hasil Pendataan Keluarga harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh OPD KB di Kabutapen dan Kota. “Mohon Bapak Ibu di Kabupaten Kota dapat memanfaatkan hasil PK21, karena banyak sekali informasi yang jika dilakukan analisis banyak yg bisa diintervensi”. Terang Andi Rita

Andi Rita juga mengingatkan peserta untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. “Pernikahan di usia remaja selain menggunting harapan anak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak, juga beresiko terhadap kesehatan organ reproduksi dan masalah kesehatan lainnya,” pungkasnya.