Depan > Index Berita > TIM PK2015 KOTA MAKASSAR SASAR PEJABAT PROVINSI
TIM PK2015 KOTA MAKASSAR SASAR PEJABAT PROVINSI
Kamis, 21 Mei 2015
 

humas.bkkbnsulsel. Tim Pendataan Keluarga Tahun 2015 Kota Makassar terus melakukan pendataan di sejumlah wilayah di Kota Makassar, ini untuk memastikan seluruh keluarga yang ada terdata hingga 31 Mei mendatang. Pada Kesempatan ini,  Kamis (21/05/2015) Tim Pendataan Keluarga Kota Makassar mendatangi kediaman Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Moh. Roem, SH, M.Si, untuk medata beliau.

Didampingi isteri, Hj. Laila Mufida Roem, Ketua DPRD Sulsel, Moh. Roem memberikan informasi dan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh para petugas pendata. Turut pula hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Rini Riatika Djohari, SE.

Dalam kesempatan itu, Rini Riatika mengatakan jika Pendataan Keluarga ini akan menghasilkan data kependudukan, Keluarga Berencana serta tahapan keluarga by name by address secara akurat dan tepat sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan nantinya  menjadi dasar perencanaan sasaran operasional dan optimalisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta program pembangunan pemerintah lainnya.

"Untuk mensukseskan Pendataan Keluarga 2015, BKKBN Sulsel didukung pemerintah kabupaten/kota menggerakkan sekitar 20.616 kader pendata" tambah Rini Riatika

Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem saat diwawancarai Tim MPC BKKBN Sulsel dikatakan sangat mendukung pelaksanaan pendataan ini "Pendataan Keluarga merupaka kegiatan strategis, dengan data yang dihasilkan BKKBN akan memiliki dasar perencanaan kegiatan yang tepat sasaran untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk" tutur Moh Roem

Usai mendata Ketua DPRD Sulsel, Tim Pendata Kota Makassar menyasar kediaman Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Andi Herry Iskandar, M.Si

Andy Herry sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, ia berharap agar seluruh masyarakat dan aparat pemerintah se-Sulawesi Selatan berpartisipasi dan mendukung penuh pelaksanaan pendataan ini.

"Dengan hasil pendataan ini BKKBN akan memiliki database yang benar dan lebih teliti tentang kependudukan, sehingga dapat menjadi acuan pemerintah dalam membuat perencanaan pembangunan yang lebih baik" tutur Andi Herry