Depan > Index Berita > BADAN KBPP SOPPENG GELAR RAKERDA
BADAN KBPP SOPPENG GELAR RAKERDA
Rabu, 20 Mei 2015
 

humas.bkkbnsulsel - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Soppeng menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembagunan Keluarga (KKBPK) di baruga rumah jabatan Bupati Bantaeng, Rabu (20/05/2015). Kegiatan ini sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tingkat provinsi yang dilaksanakan bulan April lalu di Makassar

Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 orang peserta terdiri dari PKB/PLKB serta mitra kerja dari PKK, TNI, POLRI, IBI, Kepala Puskesmas, Kepala SKPD, Camat dan Lurah se-Kabupaten Soppeng, tokoh agama, tokoh masyarakat serta mitra kerja terkait lainnya. Rakerda ini dibuka secara langsung oleh Bupati Soppeng, Drs. H. Andi Soetomo, M.Si

Kepala Badan PPKB Kabupaten Soppeng, Drs Andi Fithratuddin selaku ketua panitia melaporkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan komitmen bersama antara pemerintah dan mitra kerja terkait pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencanan dan Peembangunan Keluarga (KKBPK) di Kabupaten Soppeng.

"Sedangkan tujuan khusus untuk mengevaluasi pelaksanaan program KKBPK tahun lalu serta merumuskan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh tahun 2015" tutur Andi Fithratuddin

Turut hadir Kepala Perwakilan  BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Rini Riatika Djohari, SE dalam sambutannya dikatakan pencapaian program KB selama 10 tahun terakhir mengalami stagnanisasi hal itu terlihat dari jumlah kelahiran total (TFR) dari hasil SDKI tahun 2000 hingga 2012 tidak mengalami perubahan pada angka 2,6.

''Tugas dan tantangan Program KKBPK kedepan semakin berat, oleh karena itu dibutuhkan komitemen dan kerja sama yang kuat mulai dari pemerintah pusat hingga di daerah didukung mitra kerja terkait untuk mencapai target RPJMN dan Renstra 2015-2019" tutur Rini Riatika.

Rini Riatika menambahkan pemerintah telah menetapkan target untuk tahun 2019 berupa angka kelahiran total (TFR) sebesar 2.3 persen dari 2,6, unmetneed sebesar 9.9 persen, serta angka prevalensi kontrasepsi (CPR) sebesar 66 persen.

"Dibutuhkan kerjasama dan dukungan mitra kerja terkait agar target nasional ini dapat diwujudkan, lewat Rakerda ini diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah dan target yang akan diraih ditahun 2015" tambah Rini Riatika

Bupati Soppeng, Drs. H. Andi Soetomo, M.Si saat membuka acara itu dikatakan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Kabupaten Soppeng sebesar 1,16 persen dimana setiap tahun lahir sekitar 2.552 penduduk baru. Sedangkan angka kematian ibu hanya 3 dari sekitar 220.000 penduduk Soppeng.

"Namun angka pernikahan dini di Kabupaten Soppeng masih sangat tinggi, selain pemahaman yang kurang faktor perkembangan teknologi yang kian pesat menyebabkan perubahan perilaku remaja kita" ungkap Andi Soetomo

"sejumlah indikator Progam KB di Kabupaten Soppeng telah menunjukkan hasil cukup baik, namun kita tidak boleh terlena akan capaian tersebut, sebab tantangan kedepan akan jauh lebih berat. Oleh karena itu, pelaksanaan program KB harus menjadi perhatian bersama, dimana penanganannya harus dilakukan secara multi sektor dan bersinergi" tutup bupati